Tampilkan postingan dengan label Copy Paste. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Copy Paste. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 10 Maret 2012

Fungsi Larutan Penyangga --> Tugas Kimia


Larutan penyangga sangat penting dalam kehidupan; misalnya dalam analisis kimia, biokimia, bakteriologi, zat warna, fotografi, dan industri kulit. Dalam bidang biokimia, kultur jaringan dan bakteri mengalami proses yang sangat sensitif terhadap perubahan pH. Darah dalam tubuh manusia mempunyai kisaran pH 7,35 sampai 7,45, dan apabila pH darah manusia di atas 7,8 akan menyebabkan organ tubuh manusia dapat rusak, sehingga harus dijaga kisaran pHnya dengan larutan penyangga.
Darah Sebagai Larutan Penyangga
Ada beberapa faktor yang terlibat dalam pengendalian pH darah, diantaranya penyangga karbonat, penyangga hemoglobin dan penyangga fosfat.

a. Penyangga Karbonat
Penyangga karbonat berasal dari campuran asam karbonat (H 2 CO 3 ) dengan basa konjugasi bikarbonat (HCO 3 ).
H 2 CO 3 (aq) --> HCO 3(aq) + H + (aq)
Penyangga karbonat sangat berperan penting dalam mengontrol pH darah. Pelari maraton dapat mengalami kondisi asidosis, yaitu penurunan pH darah yang disebabkan oleh metabolisme yang tinggi sehingga meningkatkan produksi ion bikarbonat. Kondisi asidosis ini dapat mengakibatkan penyakit jantung, ginjal, diabetes miletus (penyakit gula) dan diare. Orang yang mendaki gunung tanpa oksigen tambahan dapat menderita alkalosis, yaitu peningkatan pH darah. Kadar oksigen yang sedikit di gunung dapat membuat para pendaki bernafas lebih cepat, sehingga gas karbondioksida yang dilepas terlalu banyak, padahal CO 2 dapat larut dalam air menghasilkan H 2CO 3 . Hal ini mengakibatkan pH darah akan naik. Kondisi alkalosis dapat mengakibatkan hiperventilasi (bernafas terlalu berlebihan, kadang-kadang karena cemas dan histeris).

b. Penyangga Hemoglobin
Pada darah, terdapat hemoglobin yang dapat mengikat oksigen untuk selanjutnya dibawa ke seluruh sel tubuh. Reaksi kesetimbangan dari larutan penyangga oksi hemoglobin adalah:
HHb + O 2 (g) « HbO 2 - + H +
Asam hemoglobin ion aksi hemoglobin
Keberadaan oksigen pada reaksi di atas dapat memengaruhi konsentrasi ion H +, sehingga pH darah juga dipengaruhi olehnya. Pada reaksi di atas O 2 bersifat basa. Hemoglobin yang telah melepaskan O 2 dapat mengikat H + dan membentuk asam hemoglobin. Sehingga ion H + yang dilepaskan pada peruraian H 2 CO3 merupakan asam yang diproduksi oleh CO 2 yang terlarut dalam air saat metabolisme.

c. Penyangga Fosfat
Pada cairan intra sel, kehadiran penyangga fosfat sangat penting dalam mengatur pH darah. Penyangga ini berasal dari campuran dihidrogen fosfat (H 2 PO 4 - ) dengan monohidrogen fosfat (HPO 3 2-).
H 2 PO 4 - (aq) + H + (aq) --> H 2 PO 4(aq)
H 2 PO 4 - (aq) + OH - (aq) --> HPO 4 2- (aq) ) + H 2 O (aq)
Penyangga fosfat dapat mempertahankan pH darah 7,4. Penyangga di luar sel hanya sedikit jumlahnya, tetapi sangat penting untuk larutan penyangga urin.

Air Ludah sebagai Larutan Penyangga
Gigi dapat larut jika dimasukkan pada larutan asam yang kuat. Email gigi yang rusak dapat menyebabkan kuman masuk ke dalam gigi. Air ludah dapat mempertahankan pH pada mulut sekitar 6,8. Air liur mengandung larutan penyangga fosfat yang dapat menetralisir asam yang terbentuk dari fermentasi sisa-sisa makanan.
Menjaga keseimbangan pH tanaman.
Suatu metode penanaman dengan media selain tanah, biasanya ikerjakan dalam kamar kaca dengan menggunakan mendium air yang berisi zat hara, disebut dengan hidroponik . Setiap tanaman memiliki pH tertentu agar dapat tumbuh dengan baik. Oleh karena itu dibutuhkan larutan penyangga agar pH dapat dijaga.
Larutan Penyangga pada Obat-Obatan
Asam asetilsalisilat merupakan komponen utama dari tablet aspirin, merupakan obat penghilang rasa nyeri. Adanya asam pada aspirin dapat menyebabkan perubahan pH pada perut. Perubahan pH ini mengakibakan pembentukan hormon, untuk merangsang penggumpalan darah, terhambat; sehingga pendarahan tidak dapat dihindarkan. Oleh karena itu, pada aspirin ditambahkan MgO yang dapat mentransfer kelebihan asam.

Selasa, 28 Februari 2012

Cerita Mengharukan (kisah seorang kakak dan adik) .

Sebuah Kisah untuk kita renungkan dan jadikan motivasi.

Aku dilahirkan di sebuah dusun pegunungan yang sangat terpencil. Hari demi hari, orang tuaku membajak tanah kering kuning, dan punggung mereka menghadap ke langit. Aku mempunyai seorang adik, tiga tahun lebih muda dariku. Suatu ketika, untuk membeli sebuah sapu tangan yang mana semua gadis di sekelilingku kelihatannya membawanya, aku mencuri lima puluh sen dari laci ayahku. Ayah segera menyadarinya. Beliau membuat adikku dan aku berlutut di depan tembok, dengan sebuah tongkat bambu ditangannya. “Siapa yang mencuri uang itu?” Beliau bertanya. Aku terpaku, terlalu takut untuk berbicara. Ayah tidak mendengar siapa pun mengaku, jadi Beliau mengatakan, “Baiklah, kalau begitu, kalian berdua layak dipukul!”
Dia mengangkat tongkat bambu itu tinggi-tinggi. Tiba-tiba, adikku mencengkeram tangannya dan berkata, “Ayah, aku yang melakukannya!”
Tongkat panjang itu menghantam punggung adikku bertubi-tubi. Ayah begitu marahnya sehingga ia terus-menerus mencambukinya sampai Beliau kehabisan nafas.

Sesudahnya, Beliau duduk di atas ranjang batu bata kami dan memarahi, “Kamu sudah belajar mencuri dari rumah sekarang, hal
memalukan apa lagi yang akan kamu lakukan di masa mendatang? Kamu layak dipukul sampai mati! Kamu pencuri tidak tahu malu!” Malam itu, ibu dan aku memeluk adikku dalam pelukan kami. Tubuhnya penuh dengan luka, tetapi ia tidak menitikkan air mata setetes pun. Di pertengahan malam itu, saya tiba-tiba mulai menangis meraung-raung. Adikku menutup mulutku dengan tangan kecilnya dan berkata, “Kak, jangan menangis lagi sekarang. Semuanya sudah terjadi.”
Aku masih selalu membenci diriku karena tidak memiliki cukup keberanian untuk maju mengaku. Bertahun-tahun telah lewat, tapi insiden tersebut masih kelihatan seperti baru kemarin. Aku tidak pernah akan lupa tampang adikku ketika ia melindungiku. Waktu itu, adikku berusia 8 tahun. Aku berusia 11.

Ketika adikku berada pada tahun terakhirnya di SMP, ia lulus untuk masuk ke SMA di pusat kabupaten. Pada saat yang sama, saya diterima untuk masuk ke sebuah universitas propinsi. Malam itu, ayah berjongkok di halaman, menghisap rokok tembakaunya, bungkus demi bungkus.
Saya mendengarnya memberengut, “Kedua anak kita memberikan hasil yang begitu baik… hasil yang begitu baik…” Ibu mengusap air matanya yang mengalir dan menghela nafas, “Apa gunanya? Bagaimana mungkin kita bisa membiayai keduanya sekaligus?” Saat itu juga, adikku berjalan keluar ke hadapan ayah dan berkata, “Ayah, saya tidak mau melanjutkan sekolah lagi, telah cukup membaca banyak buku. ” Ayah mengayunkan tangannya dan memukul adikku pada wajahnya. “Mengapa kau mempunyai jiwa yang begitu keparat lemahnya? Bahkan jika berarti saya mesti mengemis di jalanan saya akan menyekolahkan kamu berdua sampai selesai!” Dan begitu kemudian ia mengetuk setiap rumah di dusun itu untuk meminjam uang. Aku menjulurkan tanganku selembut yang aku bisa ke muka adikku yang membengkak, dan berkata, “Seorang anak laki-laki harus meneruskan sekolahnya; kalau tidak ia tidak akan pernah meninggalkan jurang kemiskinan ini.”

Aku, sebaliknya, telah memutuskan untuk tidak lagi meneruskan ke universitas.Siapa sangka keesokan harinya, sebelum subuh datang, adikku meninggalkan rumah dengan beberapa helai pakaian lusuh dan sedikit kacang yang sudah mengering. Dia menyelinap ke samping ranjangku dan meninggalkan secarik kertas di atas bantalku: “Kak, masuk ke universitas tidaklah mudah. Saya akan pergi mencari kerja dan mengirimimu uang.” Aku memegang kertas tersebut di atas tempat tidurku, dan menangis dengan air mata bercucuran sampai suaraku hilang. Tahun itu, adikku berusia 17 tahun. Aku 20. Dengan uang yang ayahku pinjam dari seluruh dusun, dan uang yang adikku hasilkan dari mengangkut semen pada punggungnya di lokasi konstruksi, aku akhirnya sampai
ke tahun ketiga (di universitas).
Suatu hari, aku sedang belajar di kamarku, ketika teman sekamarku masuk dan memberitahukan, “Ada seorang penduduk dusun menunggumu di luar sana! “Mengapa ada seorang penduduk dusun mencariku? Aku berjalan keluar, dan melihat adikku dari jauh, seluruh badannya kotor tertutup debu semen dan pasir. Aku menanyakannya, “Mengapa kamu tidak bilang pada teman sekamarku kamu adalah adikku?” Dia menjawab, tersenyum, “Lihat bagaimana penampilanku. Apa yang akan mereka pikir jika mereka tahu saya adalah adikmu? Apa mereka tidak akan menertawakanmu?” Aku merasa terenyuh, dan air mata memenuhi mataku. Aku menyapu debu-debu dari adikku semuanya, dan tersekat-sekat dalam kata-kataku, “Aku tidak perduli omongan siapa pun! Kamu adalah adikku apa pun juga!
Kamu adalah adikku bagaimana pun penampilanmu…” Dari sakunya, ia mengeluarkan sebuah jepit rambut berbentuk kupu-kupu. Ia memakaikannya kepadaku, dan terus menjelaskan, “Saya melihat semua gadis kota memakainya. Jadi saya pikir kamu juga harus memiliki satu.” Aku tidak dapat menahan diri lebih lama lagi. Aku menarik adikku ke dalam pelukanku dan menangis dan menangis. Tahun itu, ia berusia 20. Aku 23.
Kali pertama aku membawa pacarku ke rumah, kaca jendela yang pecah telah diganti, dan kelihatan bersih di mana-mana. Setelah pacarku pulang, aku menari seperti gadis kecil di depan ibuku. “Bu, ibu tidak perlu menghabiskan begitu banyak waktu untuk membersihkan rumah kita!”

Tetapi katanya, sambil tersenyum, “Itu adalah adikmu yang pulang awal untuk membersihkan rumah ini. Tidakkah kamu melihat luka pada tangannya? Ia terluka ketika memasang kaca jendela baru itu..”
Aku masuk ke dalam ruangan kecil adikku. Melihat mukanya yang kurus, seratus jarum terasa menusukku. Aku mengoleskan
sedikit saleb pada lukanya dan mebalut lukanya. “Apakah itu sakit?” Aku menanyakannya. “Tidak, tidak sakit. Kamu tahu, ketika saya bekerja di lokasi konstruksi, batu-batu berjatuhan pada kakiku setiap waktu. Bahkan itu tidak menghentikanku bekerja dan…” Ditengah kalimat itu ia berhenti. Aku membalikkan tubuhku memunggunginya, dan air mata mengalir deras turun ke wajahku.

Tahun itu, adikku 23. Aku berusia 26.
Ketika aku menikah, aku tinggal di kota. Banyak kali suamiku dan aku mengundang orang tuaku untuk datang dan tinggal bersama kami, tetapi mereka tidak pernah mau. Mereka mengatakan, sekali meninggalkan dusun, mereka tidak akan tahu harus mengerjakan apa. Adikku tidak setuju juga, mengatakan, “Kak, jagalah mertuamu aja. Saya akan menjaga ibu dan ayah di sini.” Suamiku menjadi direktur pabriknya. Kami menginginkan adikku mendapatkan pekerjaan sebagai manajer pada departemen pemeliharaan. Tetapi adikku menolak tawaran tersebut.
Ia bersikeras memulai bekerja sebagai pekerja reparasi. Suatu hari, adikku di atas sebuah tangga untuk memperbaiki sebuah kabel, ketika ia mendapat sengatan listrik, dan masuk rumah sakit. Suamiku dan aku pergi menjenguknya. Melihat gips putih pada kakinya, saya menggerutu, “Mengapa kamu menolak menjadi manajer? Manajer tidak akan pernah harus melakukan sesuatu yang berbahaya seperti ini. Lihat kamu sekarang, luka yang begitu serius. Mengapa kamu tidak mau mendengar kami sebelumnya?”

Dengan tampang yang serius pada wajahnya, ia membela keputusannya. “Pikirkan kakak ipar–ia baru saja jadi direktur, dan saya hampir tidak berpendidikan. Jika saya menjadi manajer seperti itu, berita seperti apa yang akan dikirimkan?” Mata suamiku dipenuhi air mata, dan kemudian keluar kata-kataku yang sepatah-sepatah, “Tapi kamu kurang pendidikan juga karena aku!”
“Mengapa membicarakan masa lalu?” Adikku menggenggam tanganku. Tahun itu, ia berusia 26 dan aku 29. Adikku kemudian berusia 30 ketika ia menikahi seorang gadis petani dari dusun itu. Dalam acara pernikahannya, pembawa acara perayaan itu bertanya kepadanya, “Siapa yang paling kamu hormati dan kasihi?” Tanpa bahkan berpikir ia menjawab, “Kakakku.”
Ia melanjutkan dengan menceritakan kembali sebuah kisah yang bahkan tidak dapat kuingat. “Ketika saya pergi sekolah SD, ia berada pada dusun yang berbeda. Setiap hari kakakku dan saya berjalan selama dua jam untuk pergi ke sekolah dan pulang ke rumah. Suatu hari, saya kehilangan satu dari sarung tanganku. Kakakku memberikan satu dari kepunyaannya. Ia hanya memakai satu saja dan berjalan sejauh itu. Ketika kami tiba di rumah, tangannya begitu gemetaran karena cuaca yang begitu dingin sampai ia tidak dapat memegang sendoknya. Sejak hari itu, saya bersumpah, selama saya masih hidup, saya akan menjaga kakakku dan baik kepadanya.”
Tepuk tangan membanjiri ruangan itu. Semua tamu memalingkan perhatiannya kepadaku. Kata-kata begitu susah kuucapkan keluar bibirku, “Dalam hidupku, orang yang paling aku berterima kasih adalah adikku.” Dan dalam kesempatan yang paling berbahagia ini, di depan kerumunan perayaan ini, air mata bercucuran turun dari wajahku seperti sungai.
Bisakah kita memiliki jiwa besar seperti si adik yang seperti dalam cerita, … tapi bagaimanapun, yang namanya Saudara patut kita jaga dan kita hormati, apakah itu seorang adik atau seorang kakak. Karena apa arti hidup kalau tidak bisa membahagiakan sodara dan keluarga kita

Sabtu, 25 Februari 2012

Rindu Itu

Rindu itu... disertai rasa malu.
Malu mau mulai SMS duluan. Malu mau telepon duluan. Tapi... ngarep.

Rindu itu... bikin aku kepo.


Ngecek-ngecek timeline twitter-kamu, liat dinding facebook-kamu. Berharap ada status/ tweet yg ada sangkut pautnya tentang aku.

Rindu itu... bikin curiga melulu.
Kalo ada yang komen di status kamu, atau mention di twitter kamu. Aku buru-buru lacak orang tersebut dan pengin tahu 'siapa orang itu?', 'sedeket apa orang itu dengan kamu?' 
Rindu itu... kalo lagi denger lagu, langsung inget kamu.
Berasa itu lagu kita. Dada langsung nyesek karena perasaan.
Rindu itu... inget tempat-tempat yang pernah didatengin berdua.
Nggak bakal lupa selamanya. Kadang, sengaja lewat tempat itu lagi buat nostalgia.
Rindu itu... waktu aku nonton bola, kamu juga.
Terus, kamu malah ngomongin pemain bola yang unyu-unyu melulu. Gregetan!!!
Rindu itu... berharap kamu merasakan hal yang sama.
Rindu itu... kalo kita saling mengerti.
Nggak ada hal terbaik yang kita punya selain perasaan masing-masing.
Rindu itu... kalo cuma kamu yang bisa menuhin perasaan galau ini.
Rindu itu... aku cuma butuh kamu disini, bukan yang lain.
Rindu itu... aku memberi ruang di sebelahku untuk kamu.
Duduk, dan tinggalah disini sampai aku nggak merasa kehilangan lagi.
Rindu itu... sejak ada kamu, segalanya jadi lengkap.
Rindu itu... KAMU SAJA. SEKIAN.
 
 
(  http://robinbieblogwijaya.blogspot.com )

Rabu, 22 Februari 2012

Tugas Bahasa Inggris --> Punyo aku :D

KABAYAN DRINKING HOT COFFEE
One day, kabayan and iteung go a coffee shop on the edge pesawahan. Because he looks weak so iteung also suggested Kabayan to drink coffee. Kabayan swiftly respond to "LIVE! ga akang dosn't have money". iteung was ignoring complaints. and iteung asked seller :
" Mr, how much coffee?".
seller replied "hot coffee in 2000 if winter 5000"
"Fine indeed a message 1".
not long before coffee was finished and handed directly to the front of Kabayan. Kabayan alacrity and gusto with direct spending so that the new coffee (yes definitely temperatures around 90 degrees C). iteung was confused and asked.
"Akang! what the hell, it's still hot coffee to drink straight on "
"Because if already cold so 5000 singing!

cerita ini adalah cerita singkat dan lucu.Bapak dan Ibu Guru serta adik-adik pelajar SDN Sawahlega bisa melihat secara langsung di www.sopian72.com dengan mengklik entri people action's!

KABAYAN MINUM KOPI PANAS
Suatu hari kabayan pergi bersama nyi iteung ke suatu warung kopi di pinggir pesawahan . Karena kabayan kelelahan maka nyi iteung pun menyarankan kabayan untuk meminum kopi . dengan sigap kabayan merespon “NGGA ! akang ga punya duit nya nyi” . nyi iteung pun tak menghiraukan keluhan kabayan . dan nyi iteung pun bertanya .
“kopi nya berapaan bang?” .
mang warung pun menjawab “kopi panas 2000 kalo dingin 5000″
“Ya udah mang pesen 1″ .
tak lama kemudian kopi pun selesai dan langsung di sodorkan ke depan kabayan . dengan sigap dan lahap kabayan langsung menghabiskan kopi yang baru jadi itu (ya suhu pasti sekitar 90 drajat C) . nyi iteung pun bingung dan bertanya .
“akang!! apa-apaan sih, itu kopi masih panas langsung minum aja”
“karna kalo udah dingin jadi 5000 nyi !!!

(digubah dari:http://www.arusty.com/humor-2011-terbaru-cerita-lucu-unik-ketawa-ngakak.html)

Sabtu, 18 Februari 2012

Nine Ways to Keep Moving Forward in Life

Around here we don’t look backwards for very long. We keep moving forward, opening up new doors and doing new things. – Walt Disney
Article written by Alex Blackwell. Connect with me on Facebook.
Life can hit hard. Sometimes you get knocked down when you don’t even see it coming. Some are cheap shots, some are glancing blows and some can bring you to your knees. When this happens, it’s not about how hard you get hit; it’s about how hard you can get hit, but still find the strength to keep moving forward. It’s about having the will to continue in spite of the obstacles.
It is interesting where inspiration can be found at times. Our son, Andrew, bought the Rocky Series not long ago. This DVD set contains all six Rocky movies. Recently, I had an opportunity to watch the last movie in the series, Rocky Balboa, with my son. The movie contains a very poignant scene between Rocky and his son. The message Rocky delivers is one of hope, courage and determination when life hits hard:

ROCKY BALBOA: IT AIN´T ABOUT HOW HARD YOU HIT … – For more funny videos, click here
This scene is a great reminder that character is not defined by what happens to you, but rather by how you react to what happens to you. When you get hit, do you stay down? Or do you reach down somewhere deep inside of you and pull up the courage that lifts you back on your feet to keep moving forward? You do have a choice. Consider these Nine Ways to Keep Moving Forward when you are faced with this choice again.

Forget Regret
Leave your mistakes and regret in the past. They don’t define your value, then or now. When you stay in the past you become stuck and unable to move forward. We all have made mistakes with our job choices, friends and relationships. The consequences can hit us pretty hard. However, to begin learning how to put these experiences behind us – by letting them go, we can begin to live in the here and now. Give yourself the gift of forgiveness and keep moving forward.
Learn from Failure
Learning from failure and having regret are two separate things. Regret is an emotion; a feeling of disappointment along with a modest amount of shame or guilt. But to look back at a circumstance and figure out what went wrong gives you some very important information. This review allows you to evaluate what worked and what didn’t, and more importantly, why. Often when you are removed from a situation, you can look at it more objectively which will allow you to make better choices to keep moving forward.

Ask for Help
You are not alone. It may feel that way sometimes, but there are many people who would extend their hand and lift you up if asked. All you have to do is ask. Consider co-workers, neighbors, or your church. Often times we are afraid to ask because we don’t believe we are worthy to receive the help. Think about this: we are surrounded by millions and millions of people by design – for a purpose. A hand to grasp, a shoulder to cling, and a face to radiate hope can help you to keep moving forward.

Believe You are Worthy
Whatever your goal, your dream, or your desire, you are worthy of achieving it. The closer you get to it is when the enemy of you soul will begin putting doubt in your mind by playing the self-limiting tapes that say you are not worthy. Replace these old tapes with a newer one that contains the truth – you are worthy to have your heart’s true desire and to keep moving forward.


Take 100% Responsibility
Except in rare and unfortunate circumstances, you are responsible for the quality and condition of your life. Your career, your relationships and your happiness are all under your direct control. Sometimes we choose to do nothing when we get hit hard because it’s just easier and less painful that way. But the real pain is only deferred. You have to live with yourself. You have to live with the voice in your gut, your inner wisdom, that says you gave up too soon or didn’t try hard enough. When you hear this inner voice speaking to you, it’s usually right. It’s your choice, then, to get up and keep moving forward.

Know What You Want
This isn’t about the how, only the what. In order to move forward in life, you need a firm foundation to step from. Understanding what and where you want to go in life will provide your vision and spirit – your foundation. The how will figure itself out when you know you want to keep moving forward.

Trust
There are no accidents without value. When you get hit hard and land on your back, look for the reasons and for the value in this. Open your heart and trust this happened for a reason. Perhaps it was to test your determination or to alert you to the fact you were on the wrong path. Either way, trust the experience is happening for a reason and be open to making adjustments in order to keep moving forward.
Want it More
How badly do you want it? How badly do you really want to achieve what you are working so hard to accomplish? When you get hit hard, you have an opportunity to answer this question. It’s one thing to say you want to do something, or to be something. But to walk through the pain; to get up and keep moving forward knowing there may be more pain ahead, is a test of your determination and resolve. When you find yourself getting back on your feet, you have indeed answered this question and there’s no doubt you will keep moving forward.

Keep the Faith
Faith: A strong belief in something without proof or evidence
At the end of the day when you are weary from all of the effort and energy you have expended and you are sore and tired from being hit hard so many times, but the dream is not realized, the one thing that tells you to keep going; to get up tomorrow and to keep moving forward, is your faith. Honor this and cherish it. Faith is what makes you human. It gives you energy and hope. And if you let it, your faith will deliver you to wherever you want to go in life.

Jumat, 09 Desember 2011

Apa itu KOMPUTER ?

Definisi
Komputer berasal dari bahasa latin computare yang mengandung arti menghitung. Karena luasnya bidang garapan ilmu komputer, para pakar dan peneliti sedikit berbeda dalam mendefinisikan termininologi komputer.
  • Menurut Hamacher [1], komputer adalah mesin penghitung elektronik yang cepat dan dapat menerima informasi input digital, kemudian memprosesnya sesuai dengan program yang tersimpan di memorinya, dan menghasilkan output berupa informasi.
  • Menurut Blissmer [2], komputer adalah suatu alat elektonik yang mampu melakukan beberapa tugas sebagai berikut:
    - menerima input
    - memproses input tadi sesuai dengan programnya
    - menyimpan perintah-perintah dan hasil dari pengolahan
    - menyediakan output dalam bentuk informasi
  • Sedangan Fuori [3] berpendapat bahwa komputer adalah suatu pemroses data yang dapat melakukan perhitungan besar secara cepat, termasuk perhitungan aritmetika dan operasi logika, tanpa campur tangan dari manusia.
Untuk mewujudkan konsepsi komputer sebagai pengolah data untuk menghasilkan suatu informasi, maka diperlukan sistem komputer (computer system) yang elemennya terdiri dari hardware, software dan brainware. Ketiga elemen sistem komputer tersebut harus saling berhubungan dan membentuk kesatuan. Hardware tidak akan berfungsi apabila tanpa software, demikian juga sebaliknya. Dan keduanya tiada bermanfaat apabila tidak ada manusia (brainware) yang mengoperasikan dan mengendalikannya.
  1. Hardware atau Perangkat Keras: peralatan yang secara fisik terlihat dan bisa djamah.
  2. Software atau Perangkat Lunak: program yang berisi instruksi/perintah untuk melakukan pengolahan data.
  3. Brainware: manusia yang mengoperasikan dan mengendalikan sistem komputer.
Penggolongan Komputer
Literatur terbaru tentang komputer melakukan penggolongan komputer berdasarkan tigal hal: data yang diolah, penggunaan, kapasitas/ukurannya, dan generasinya.
Berdasarkan Data Yang Diolah
  1. Komputer Analog
  2. Komputer Digital
  3. Komputer Hybrid
Berdasarkan Penggunannya
  1. Komputer Untuk Tujuan Khusus (Special Purpose Computer)
  2. Komputer Untuk Tujuan Umum (General Purpose Computer)
Berdasarkan Kapasitas dan Ukurannya
  1. Komputer Mikro (Micro Computer)
  2. Komputer Mini (Mini Computer)
  3. Komputer Kecil (Small Computer)
  4. Komputer Menengah (Medium Computer)
  5. Komputer Besar (Large Computer)
  6. Komputer Super (Super Computer)
Berdasarkan Generasinya
  1. Komputer Generasi Pertama (1946-1959)
  2. Komputer Generasi Kedua (1959-1964)
  3. Komputer Generasi Ketiga (1964-1970)
  4. Komputer Generasi Keempat (1979-sekarang)
  5. Komputer Generasi Kelima


(sumber : http://maria-ulfah.tripod.com/komputer1.htm )

TEKNOLOGI INFORMASI KOMUNIKASI

Teknologi Informasi dan Komunikasi, TIK (bahasa Inggris: Information and Communication Technologies; ICT) adalah payung besar terminologi yang mencakup seluruh peralatan teknis untuk memproses dan menyampaikan informasi. TIK mencakup dua aspek yaitu teknologi informasi dan teknologi komunikasi. Teknologi informasi meliputi segala hal yang berkaitan dengan proses, penggunaan sebagai alat bantu, manipulasi, dan pengelolaan informasi. Sedangkan teknologi komunikasi adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan penggunaan alat bantu untuk memproses dan mentransfer data dari perangkat yang satu ke lainnya. Oleh karena itu, teknologi informasi dan teknologi komunikasi adalah dua buah konsep yang tidak terpisahkan. Jadi Teknologi Informasi dan Komunikasi mengandung pengertian luas yaitu segala kegiatan yang terkait dengan pemrosesan, manipulasi, pengelolaan, pemindahan informasi antar media. Istilah TIK muncul setelah adanya perpaduan antara teknologi komputer (baik perangkat keras maupun perangkat lunak) dengan teknologi komunikasi pada pertengahan abad ke-20. Perpaduan kedua teknologi tersebut berkembang pesat melampaui bidang teknologi lainnya. Hingga awal abad ke-21 TIK masih terus mengalami berbagai perubahan dan belum terlihat titik jenuhnya.

SEJARAH
Ada beberapa tonggak perkembangan teknologi yang secara nyata memberi sumbangan terhadap perkembangan TIK hingga saat ini. Pertama yaitu temuan telepon oleh Alexander Graham Bell pada tahun 1875. Temuan ini kemudian berkembang menjadi pengadaan jaringan komunikasi dengan kabel yang meliputi seluruh daratan Amerika, bahkan kemudian diikuti pemasangan kabel komunikasi trans-atlantik. Jaringan telepon ini merupakan infrastruktur masif pertama yang dibangun manusia untuk komunikasi global. Memasuki abad ke-20, tepatnya antara tahun 1910-1920, terwujud sebuah transmisi suara tanpa kabel melalui siaran radio AM yang pertama. Komunikasi suara tanpa kabel ini pun segera berkembang pesat. Kemudian diikuti pula oleh transmisi audio-visual tanpa kabel, yang berwujud siaran televisi pada tahun 1940-an. Komputer elektronik pertama beroperasi pada tahun 1943. Lalu diikuti oleh tahapan miniaturisasi komponen elektronik melalui penemuan transistor pada tahun 1947 dan rangkaian terpadu (integrated electronics) pada tahun 1957. Perkembangan teknologi elektronika, yang merupakan cikal bakal TIK saat ini, mendapatkan momen emasnya pada era Perang Dingin. Persaingan IPTEK antara blok Barat (Amerika Serikat) dan blok Timur (dulu Uni Soviet) justru memacu perkembangan teknologi elektronika lewat upaya miniaturisasi rangkaian elektronik untuk pengendali pesawat ruang angkasa maupun mesin-mesin perang. Miniaturisasi komponen elektronik, melalui penciptaan rangkaian terpadu, pada puncaknya melahirkan mikroprosesor. Mikroprosesor inilah yang menjadi 'otak' perangkat keras komputer dan terus berevolusi sampai saat ini. Perangkat telekomunikasi berkembang pesat saat teknologi digital mulai digunakan menggantikan teknologi analog. Teknologi analog mulai terasa menampakkan batas-batas maksimal pengeksplorasiannya. Digitalisasi perangkat telekomunikasi kemudian berkonvergensi dengan perangkat komputer yang sejak awal merupakan perangkat yang mengadopsi teknologi digital. Produk hasil konvergensi inilah yang saat ini muncul dalam bentuk telepon seluler. Di atas infrastruktur telekomunikasi dan komputasi ini kandungan isi (content) berupa multimedia mendapatkan tempat yang tepat untuk berkembang. Konvergensi telekomunikasi - komputasi multimedia inilah yang menjadi ciri abad ke-21, sebagaimana abad ke-18 dicirikan oleh revolusi industri. Bila revolusi industri menjadikan mesin-mesin sebagai pengganti 'otot' manusia, maka revolusi digital (karena konvergensi telekomunikasi - komputasi multimedia terjadi melalui implementasi teknologi digital) menciptakan mesin-mesin yang mengganti (atau setidaknya meningkatkan kemampuan) 'otak' manusia.

Penerapan TIK dalam Pendidikan di Indonesia

Indonesia pernah menggunakan istilah telematika (telematics) untuk arti yang kurang lebih sama dengan TIK yang kita kenal saat ini. Encarta Dictionary mendeskripsikan telematics sebagai telecommunication + informatics (telekomunikasi + informatika) meskipun sebelumnya kata itu bermakna science of data transmission. Pengolahan informasi dan pendistribusiannya melalui jaringan telekomunikasi membuka banyak peluang untuk dimanfaatkan di berbagai bidang kehidupan manusia, termasuk salah satunya bidang pendidikan. Ide untuk menggunakan mesin-belajar, membuat simulasi proses-proses yang rumit, animasi proses-proses yang sulit dideskripsikan sangat menarik minat praktisi pembelajaran. Tambahan lagi, kemungkinan untuk melayani pembelajaran yang tak terkendala waktu dan tempat juga dapat difasilitasi oleh TIK. Sejalan dengan itu mulailah bermunculan berbagai jargon berawalan e, mulai dari e-book, e-learning, e-laboratory, e-education, e-library, dan sebagainya. Awalan e bermakna electronics yang secara implisit dimaknai berdasar teknologi elektronika digital. Pemanfaatan TIK dalam pembelajaran di Indonesia telah memiliki sejarah yang cukup panjang. Inisiatif menyelenggarakan siaran radio pendidikan dan televisi pendidikan merupakan upaya melakukan penyebaran informasi ke satuan-satuan pendidikan yang tersebar di seluruh nusantara. Hal ini adalah wujud dari kesadaran untuk mengoptimalkan pendayagunaan teknologi dalam membantu proses pembelajaran masyarakat. Kelemahan utama siaran radio maupun televisi pendidikan adalah tidak adanya feedback yang seketika. Siaran bersifat searah yaitu dari narasumber atau fasilitator kepada pembelajar. Introduksi komputer dengan kemampuannya mengolah dan menyajikan tayangan multimedia (teks, grafis, gambar, suara, dan gambar bergerak) memberikan peluang baru untuk mengatasi kelemahan yang tidak dimiliki siaran radio dan televisi. Bila televisi hanya mampu memberikan informasi searah (terlebih jika materi tayangannya adalah materi hasil rekaman), pembelajaran berbasis teknologi internet memberikan peluang berinteraksi baik secara sinkron (real time) maupun asinkron (delayed). Pembelajaran berbasis Internet memungkinkan terjadinya pembelajaran secara sinkron dengan keunggulan utama bahwa pembelajar maupun fasilitator tidak harus berada di satu tempat yang sama. Pemanfaatan teknologi video conference yang dijalankan dengan menggunakan teknologi Internet memungkinkan pembelajar berada di mana saja sepanjang terhubung ke jaringan komputer. Selain aplikasi unggulan seperti itu, beberapa peluang lain yang lebih sederhana dan lebih murah juga dapat dikembangkan sejalan dengan kemajuan TIK saat ini.

Buku Elektronik

Buku elektronik atau e-book adalah salah satu teknologi yang memanfaatkan komputer untuk menayangkan informasi multimedia dalam bentuk yang ringkas dan dinamis. Dalam sebuah e-book dapat diintegrasikan tayangan suara, grafik, gambar, animasi, maupun movie sehingga informasi yang disajikan lebih kaya dibandingkan dengan buku konvensional. Jenis e-book paling sederhana adalah yang sekedar memindahkan buku konvensional menjadi bentuk elektronik yang ditayangkan oleh komputer. Dengan teknologi ini, ratusan buku dapat disimpan dalam satu keping CD atau compact disk (kapasitas sekitar 700MB), DVD atau digital versatile disk (kapasitas 4,7 sampai 8,5 GB) maupun flashdisk (saat ini kapasitas yang tersedia sampai 16 GB). Bentuk yang lebih kompleks dan memerlukan rancangan yang lebih cermat misalnya pada Microsoft Encarta dan Encyclopedia Britannica yang merupakan ensiklopedi dalam format multimedia. Format multimedia memungkinkan e-book menyediakan tidak saja informasi tertulis tetapi juga suara, gambar, movie dan unsur multimedia lainnya. Penjelasan tentang satu jenis musik misalnya, dapat disertai dengan cuplikan suara jenis musik tersebut sehingga pengguna dapat dengan jelas memahami apa yang dimaksud oleh penyaji.

[sunting] E-learning

Beragam definisi dapat ditemukan untuk e-learning. Victoria L. Tinio, misalnya, menyatakan bahwa e-learning meliputi pembelajaran pada semua tingkatan, formal maupun nonformal, yang menggunakan jaringan komputer (intranet maupun ekstranet) untuk pengantaran bahan ajar, interaksi, dan/atau fasilitasi. Untuk pembelajaran yang sebagian prosesnya berlangsung dengan bantuan jaringan internet sering disebut sebagai online learning. Definisi yang lebih luas dikemukakan pada working paper SEAMOLEC, yakni e-learning adalah pembelajaran melalui jasa elektronik. Meski beragam definisi namun pada dasarnya disetujui bahwa e-learning adalah pembelajaran dengan memanfaatkan teknologi elektronik sebagai sarana penyajian dan distribusi informasi. Dalam definisi tersebut tercakup siaran radio maupun televisi pendidikan sebagai salah satu bentuk e-learning. Meskipun radio dan televisi pendidikan adalah salah satu bentuk e-learning, pada umumnya disepakati bahwa e-learning mencapai bentuk puncaknya setelah bersinergi dengan teknologi internet. Internet-based learning atau web-based learning dalam bentuk paling sederhana adalah website yang dimanfaatkan untuk menyajikan materi-materi pembelajaran. Cara ini memungkinkan pembelajar mengakses sumber belajar yang disediakan oleh narasumber atau fasilitator kapanpun dikehendaki. Bila diperlukan dapat pula disediakan mailing list khusus untuk situs pembelajaran tersebut yang berfungsi sebagai forum diskusi. Fasilitas e-learning yang lengkap disediakan oleh perangkat lunak khusus yang disebut perangkat lunak pengelola pembelajaran atau LMS (learning management system). LMS mutakhir berjalan berbasis teknologi internet sehingga dapat diakses dari manapun selama tersedia akses ke internet. Fasilitas yang disediakan meliputi pengelolaan siswa atau peserta didik, pengelolaan materi pembelajaran, pengelolaan proses pembelajaran termasuk pengelolaan evaluasi pembelajaran serta pengelolaan komunikasi antara pembelajar dengan fasilitator-fasilitatornya. Fasilitas ini memungkinkan kegiatan belajar dikelola tanpa adanya tatap muka langsung di antara pihak-pihak yang terlibat (administrator, fasilitator, peserta didik atau pembelajar). ‘Kehadiran’ pihak-pihak yang terlibat diwakili oleh e-mail, kanal chatting, atau melalui video conference.

[sunting] Referensi

  • Haryanto, Edy. (2008). Teknologi Informasi dan Komunikasi: Konsep dan Perkembangannya. Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi Sebagai Media Pembelajaran

Senin, 05 Desember 2011

Kisah Nabi ISA as --> Tugas Agama Islam

Kehamilan Maryam

Allah s.w.t. telah mengutuskan Malaikat Jibril untuk memberi khabar gembira kepada Maryam bahawa beliau akan melahirkan seorang anak lelaki. Kisah tersebut telah dipaparkan di dalam Surah Maryam melalui uslub dialog di antara Maryam dan Jibril.
Firman Allah s.w.t.:
“Jibril berkata: ‘Sesungguhnya aku ini hanyalah utusan Tuhanmu untuk memberitahu kepadamu tentang seorang anak lelaki yang suci.’”(Surah Maryam:19)
Maryam yang merupakan seorang wanita yang solehah merasa hairan dan kebingungan, mengapa dengan tiba-tiba dia dikhabarkan oleh Jibril akan kelahiran seorang anak lelaki? Bagaimanakah perkara ini harus berlaku? Sedangkan dia tidak pernah disentuh oleh seorang lelaki pun, apatah lagi untuk melakukan perbuatan-perbuatan keji yang lain? Lalu Maryam brtanya bagi memecahkan kebuntuan yang berada dalam fikirannya:
“Maryam berkata: ‘Bagaimana aku dapat melahirkan seorang anak lelaki sedangkan tidak pernah seorang manusiapun menyentuh aku dan aku bukannya seorang pezina’” (Surah Maryam; 20)
Lalu Jibril menjawab bagi merungkaikan ikatan keserabutan yang menyala-nyala di dalam kepala Maryam dan sekaligus menjadikan Maryam sebagai manusia pilihan yang mendapat rahmat:
“Jibril berkata: ‘Demikianlah Tuhanmu berfirman: Perkara tersebut amatlah mudah bagi-Ku dan agar dapat Kami jadikan suatu tanda bagi manusia dan sebagai rahmat daripada Kami dan hal itu adalah suatu perkara yang telah diputuskan.” (Surah Maryam: 21)
Kelahiran ‘Isa a.s.
Kejadian Nabi ‘Isa a.s. adalah berbeza dengan kejadian segala manusia yang ada di atas dunia. Dia dilahirkan tanpa bapa dan oleh kerana proses kejadiannya lain daripada manusia yang lain, sudah tentu proses kematiannya juga adalah lain daripada manusia yang lain.
Firman Allah s.w.t.:
“Maka (Maryam) merasa sakit untuk melahirkan anak memaksa ia bersandar pada pangkal pohon kurma, dia berkata: ‘Aduhai! Alangkah baiknya aku mati sebelum ini dan aku menjadi barang yang tidak bererti lagi dilupakan’.” (Surah Maryam: 23)
Maryam merasa sakit yang amat sangat ketika hendak melahirkan Isa a.s. sehingga dia merasakan lebih baik mati sahaja daripada menanggung derita melahirkan kandungan tersebut tetapi keresahan itu telah ditenteramkan oleh Jibril a.s. yang menyeru dari jauh.
Firman Allah s.w.t.:
“Maka Jibril menyeru ke arahnya dari tempat yang rendah: ‘Jangan kamu bermuram durja, sesungguhnya Tuhanmu menjadikan anak sungai di bawahmu dan goyangkanlah pangkal pohon kurma itu ke arahmu, nescaya pohon tersebut akan menggugurkan buah yang mekar kepadamu.” (Surah Maryam:24-25)
Suatu hakikat yang telah disempurnakan! Kalau diikutkan kepada logik akal, tidak mungkin sekali buah kurma yang mekar seperti ayat di atas sebagai “ruthab” boleh gugur dengan digoncang, sedangkan kalau dibiar buahnya masak ranum pun ia tidak akan gugur. Ini adalah suatu hikmat yang dikurniakan oleh Allah kepada Maryam dan mengikut pakar perubatan, buah kurma yang mekar boleh memudahkan si ibu melahirkan anak dengan baik.
Dan di dalam sepotong ayat yang lain pula, Allah s.w.t. telah berfirman:
“Maka makan dan minumlah serta bersenang hatilah kamu, jika kamu melihat seorang manusia maka katakanlah: ‘Sesungguhnya aku telah bernazar berpuasa untuk Tuhan Yang Maha Pemurah, maka aku tidak akan berbicara dengan seorang manusia pun pada hari ini.” (Surah Maryam: 26)
Untuk mengelakkan diri daripada difitnah oleh kaumnya, Allah s.w.t. telah memerintahkan kepada Maryam supaya bernazar dengan melakukan ibadat puasa dan tidak bercakap-cakap dengan sesiapa pun pada hari tersebut.

‘Isa a.s. Mempertahankan Kehormatan Ibunya

Apabila Nabi Allah ‘Isa a.s. dilahirkan oleh ibunya Maryam, kelahirannya itu telah mencetuskan reaksi yang kontroversi di kalangan kaumnya. Pelbagai andaian dan spekulasi yng dilemparkan kepada Maryam sehingga di kalangan kaumnya ada yang tergamak menuduh beliau melakukan perbuatan zina sehingga melahirkan anak, tetapi dengan tegas Maryam menafikannya.
“Maka Maryam menunjukkan kepada si anaknya itu, kaumnya berkata:’bagaimana kamu boleh berbicara dengan anak yang masih di dalam buaian’” (Surah Maryam: 29)
Dengan izin Allah s.w.t., ‘Isa a.s. dapat berkata-kata dan bercakap-cakap dengan kaumnya, sekaligus menolak fitnah yang dilontarkan kepada ibunya dan di samping itu, secara tidak langsung ‘Isa a.s. walaupun masih di dalam buaian sempat berdakwah kepada kaumnya menyeru mereka kepada Allah, Tuhan yang Maha Satu:
“Berkata ‘Isa: ‘Sesungguhnya aku ini hamba Allah, Dia memberiku Al-Kitab (Injil) dan Dia menjadikan aku seorang nabi dan Dia menjadikan aku seorang yang diberkati di mana sahaja aku berada. Dia memerintahkan kepadaku mendirikan solat dan menunaikan zakat selama aku hidup.’” (Surah Maryam: 30-31)
Jelas dan terang ungkapan mulut Nabi ‘Isa a.s. walaupun masih bayi dan sekaligus menolak dakwaan kaumnya yang menuduh ibunya yang suci itu melakukan perbuatan yang terkutuk.

to be continued

Minggu, 08 Mei 2011

KITA SELAMANYA ---> tugas bahasa indonesia

“Tata, Tata” terdengar suara dari depan rumahku. Ternyata itu adalah Nadya sahabat karibku. Pagi ini kami akan berangkat sekolah bersama. “Iya Nad sebentar” jawabku tergesa sambil segera mengambil tas dan memakai sepatu.
“Maaf ya Nad lama nunggu” kataku dengan wajah memelas setelah keluar dari rumah dan menghampiri Nadya.
“Iya gak papa kok Ta” jawab Nadya sambil tersenyum.
“Loe emang sahabat terbaik gue Nad” pikirku di dalam hati sambil tersenyum kepadanya.
               
Aku dan Nadya sudah bersahabat dari kecil, rumah kami pun tidak terlalu jauh. Jadi setiap hari kami bisa bermain bersama kapan pun kami mau. Bahkan kami memilih tempat sekolah yang sama yaitu SMP Kusuma Bangsa Jakarta dan ternyata kami sekelas. Hal ini membuat aku dan Nadya semakin dekat dan selalu bersama.
“Pagi Ta, pagi Nad” sambut Vita dari depan kelas.
“Pagi juga Vit” jawabku serentak dengan Nadya.
“Lia belum datang ya ?” Tanyaku pada Vita.
“Belum Ta, mungkin sebentar lagi” jawab Vita dengan nada yang tak pasti.
              
  Selain Nadya, aku punya sahabat lain yaitu Vita dan Lia. Setiap hari kami selalu menghabiskan waktu bersama, bahkan di hari libur pun kami tetap menyempatkan untuk berkumpul bersama.
***
Bel istirahat pun berbunyi, aku, Nadya, Vita dan Lia duduk berempat di bawah pohon taman depan sekolah kami.
“Ini adalah tahun terkahir kita di SMP, Loe semua pada mau lanjut kemana?” Tanya Vita pada kami semua.
“Kalo gue sih maunya masuk ke SMA 56 Jakarta” jawab Nadya dengan cepat dan pasti.
“Sama Nad gue juga” sahut Lia dengan tak kalah pasti nya.
“Kalo Loe Ta ?” Tanya Vita pada aku.
“Gue masih gak tau” jawab ku dengan ragu.
“Loe masuk SMA 56 Jakarta juga aja, gue juga masuk sana kok. Jadi kita kan bisa sama-sama terus” ajak Vita pada ku.
“Baiklah kalo gitu, yang penting bisa sama kalian gue mau” kataku sambil tersenyum pada mereka semua.

***
                Mungkin kami memang ditakdirkan untuk bersahabat, kami berempat lulus di SMA 56 Jakarta. Tapi kami berempat tidak sekelas lagi seperti dulu, aku dan Nadya sekelas sedangkan Lia dan Vita sekelas. Setengah tahun persahabatan kami tetap berjalan lancar tanpa ada masalah. Hingga suatu hari Lia mengupdate status di facebook bahwa dia kecewa pada Nadya dan juga aku.
                “Ta coba lihat status facebook  nya Lia, kayaknya itu buat kita deh” begitu isi pesan singkat yang dikirim oleh Nadya buat aku. Tanpa pikir panjang aku langsung membuka profile facebook Lia dari handphone ku. “Sahabat seperti apa kalian yang mementingkan orang lain dibanding sahabat sendiri” begitu isi status Lia. Aku pun langsung membalas pesan Nadya “Iya Nad, sepertinya itu memang buat kita, sebenernya apa sih salah kita ?” tanyaku pada Nadya.”Aku juga gak tau, kita bicarain besok aja ya disekolah” balas Nadya dengan singkat.
                Besok nya aku dan Nadya menghampiri Vita untuk bertanya apa yang sebenarnya terjadi.
“Vitaaaa” pangill Nadya dari kejauhuan. Vita pun membalikkan badannya dan melihat kami.
“Kenapa ?” jawab Vita dengan biasa.
“Lia kenapa sih, kok dia tiba-tiba benci ma kami sampe buat status kayak gitu ?” Tanya Nadya pada Vita dengan nada tinggi.
“Gue juga gak tau pasti sih, tapi kayaknya dia memang lagi marah sama kalian” kata Vita seperti menjelaskan. “Tenang aja deh ntar gue yang bakal ngomong sama Lia” lanjut Vita menenangkan Nadya.
                Aku dan Nadya pun meninggalkan Vita sendirian disana, dalam benakku sebenarnya apa yang sedang terjadi. Siapa yang salah ? Apa memang aku dan Nadya yang salah ? Tapi mengapa sepertinya ada yang sedang mengadu domba persahabatan kami ? Tapi  siapa ? Beribu-ribu pertanyaan tersimpan di benakku tapi ku tak tahu harus bertanya dengan siapa.

***

                “Nad coba liat status Lia yang ini” kataku kepada Nadya.”Memang kenapa? Biasanya juga gitu” jawab Nadya santai. Mungkin karna Nadya sudah terlalu capek dengan masalah ini dan ingin mulai tak peduli lagi.
                “Bukan statusnya tapi komentar nya lihat” jawabku segera sebelum Nadya memalingkan kepalanya. Nadya pun segera membaca semua komentar di status tersebut, yang membuat kami bingung adalah komentar dari Juli yang berkata “Tenang aja Lia, nanti kita balas dendam dengan mereka”. Apa maksud Juli berkata seperti itu ?
Nadya pun mulai merasa marah karena sangat terganggu dengan kehadiran Juli yang menambah masalah  saja. Nadya juga membuat status d ifacebook nya dengan tujuan untuk menyadarkan Lia karena masalah ini hanya kesalahpahaman yang kecil saja.
Esok harinya ketika disekolah , Nadya pun bercerita kepada teman-teman di kelas kami tentang masalah ini sambil meneteskan air mata nya. Tak lama dari itu , Vita pun menghampiri Nadya karena Vita melihat Nadya menangis. Priska teman sekelas nadya pun menjelaskan apa penyebab Nadya menangis .
“Kenapa Nadya menangis ?” Tanya Vita pada Priska sambil mengusap air mata Nadya.
“Nadya menangis karena kata-kata Lia sudah keterlaluan” jawab Priska dengan cuek.
“Maksudnya, kata-kata Lia yang di status facebook nya itu ya ?” Tanya Vita kembali.
“Iya benar” jawab Priska lagi.
“Sudahlah Nadya, Lia seperti itu karena dia emosi saja, jangan dipirkan ya. Sudahlah jangan menangis lagi” kata Vita kepada Nadya sambil menenangkan Nadya.
“Vit sebenarnya apa sih salah kami sama Lia ?” Tanya ku pada Vita.
“Begini Ta, ini semua karna waktu pemilihan tim basket Loe sama Nadya nggak ngajak kami tapi malah ngajak orang laen. Lia sakit hati banget saat itu” jawab Vita menjelaskan semuanya padaku.
“Waduh, ternyata itu masalahnya, perasaan gue sudah ngajak deh Lia sama Loe tapi Lia nya gak mau” jawabku kepada Vita karna aku tidak merasa bersalah.
“Iya sih gue tau, tapi Juli kan mau ikut kami jadi dia nggak bolehin Lia buat ikut Tim kalian” kata Vita.
“Oh jadi ini semua salah Juli, dari awal aku sama Nadya sudah curiga sama dia, Vita gue sama Nadya minta tolong banget ya jelasin semuanya pada Lia agar dia percaya sama kami” jawab ku kepada kita dengan nada agak tinggi kemudia memohon.
“Oke gue bakal jelaskan semuanya sama Lia gue juga gak mau kita terus musuhan seperti ini” kata Vita kemudian langsung pergi meninggalkan kami.
***

                Hari ini adalah hari ulang tahunnya Nadya, aku dan Vita sudah memberi selamat kepada Nadya kecuali Lia.
“Vit, loe udah jelasin semua nya sama Lia belum” tanyaku pada Vita sambil menarik tangan Vita menjauh dari Nadya.
“Udah tenang aja, beres kok” kata Vita kepadaku sambil tersenyum.
“Sekarang Lia nya dimana ?” Tanya ku lagi pada Vita.
“Tuh”jawab Vita sambil menunjukkan tangan nya ke arah Vita yang sedang menghampiri kami. “ Nad, Vita ingin memberi selamat kepadamu.” Kata Nadya sambil tersenyum.
“Selamat ulang tahun Nadya, maaf kalo selama ini gue udah banyak salah sama loe dan gue juga lebih dengerin omongan Juli disbanding kalian” kata Lia sambil menjabat tangan Nadya.
“Maafin gue ya Ta” kata Lia lagi tetapi kali ini menghadapkan mukanya ke arah ku.
“Iya gak papa kok Lia, Vita udah jelasin semuanya kok sama kita jadi kita nggak nyalahin loe kok” jawab ku kepada Lia sambil tersenyum.
 “Makasih ya Lia, makasih juga buat Tata dan Vita. Makasih buat kalian semua. Kalian adalah kado terindah yang pernah gue miliki di dunia ini” kata Nadya melanjutkan perkataan kami tadi.
“Jadi kita berempat sudah baikkan lagi kan ?” Tanya Vita dengan penuh harapan.
“Iya dong, sekali sahabat tetap sahabat. Walau badai mengahadang kita akan tetap menjadi sahabat karena” jawab ku dengan tersenyum sambil melirik mereka semua.
“KITA SELAMANYA” jawab Nadya, Lia dan Vita serentak, kemudian kami tertawa bersama.

Kamis, 21 April 2011

Zigas - SAHABAT JADI CINTA

bulan terdampar di pelataran
hati yang temaram
matamu juga mata mataku
ada hasrat yang mungkin terlarang*courtesy of LirikLaguIndonesia.net
satu kata yang sulit terucap
hingga batinku tersiksa
Tuhan tolong aku jelaskanlah
perasaanku berubah jadi cinta

satu kata yang sulit terucap
hingga batinku tersiksa
Tuhan tolong aku jelaskanlah
perasaanku berubah jadi cinta

ku dapati diri makin tersesat
saat kita bersama
desah nafas yang tak bisa rusak
persahabatan jadi cinta

satu kata yang sulit terucap
hingga batinku tersiksa
Tuhan tolong aku jelaskanlah
perasaanku berubah jadi cinta

satu kata yang sulit terucap
hingga batinku tersiksa
Tuhan tolong aku jelaskanlah
perasaanku berubah jadi cinta

apa yang kita kini tengah rasakan
mengapa tak kita coba persatukan
mungkin cobaan untuk persahabatan
atau mungkin sebuah takdir Tuhan

Senin, 18 April 2011

LEBIH DARI INDAH - NIKITA WILLY

bergetar hati ini saat mengingat dirimu
mungkin saja diri ini tak terlihat olehmu
aku pahami itu

bagaimana caranya agar kamu tahu bahwa
kau lebih dari indah di dalam hati ini
lewat lagu ini ku ingin kamu mengerti
aku sayang kamu, ku ingin bersamamu

meski ku tak pernah tahu kapan kau kan mengerti
ku coba tuk berharap

bagaimana caranya agar kamu tahu bahwa
kau lebih dari indah di dalam hati ini
lewat lagu ini ku ingin kamu mengerti
aku sayang kamu, ku ingin bersamamu

bagaimana caranya agar kamu tahu bahwa
kau lebih dari indah di dalam hati ini
lewat lagu ini ku ingin kamu mengerti
aku sayang kamu, ku ingin bersamamu

Sabtu, 02 April 2011

Percakapan roh Bayi dengan TUHAN

sebenernya gue gak tau mau ngentri apa trus gak sengaja ingat waktu renungan suci diklat paskibra .
dan gue ingat waktu yuk sarah bacain cerita percakapan antara seorang bayi dengan TUHAN !
jadinya daripada gak ada kerjaan gue ngentri cerita ini aja deh !
Suatu pagi seorang bayi siap untuk dilahirkan ke dunia. Dia bertanya kepada Tuhan,
Bayi : "Para malaikat di sini mengatakan bahwa besok Engkau akan mengirimku ke dunia, tetapi bagaimana cara saya hidup di sana? saya begitu kecil & lemah."

Tuhan : "Aku sudah memilih 1 malaikat untukmu. Ia akan menjaga dan mengasihimu."

Bayi : "Tapi di sini di dalam surga apa yang pernah kulakukan hanyalah bernyanyi dan tertawa. Ini sudah cukup bagi saya."
Tuhan : "Malaikatmu akan bernyanyi dan tersenyum untukmu setiap hari dan kamu akan merasakan kehangantan cintanya dan menjadi lebih berbahagia."
Bayi : "Dan bagaimana saya bisa mengerti saat orang-orang berbicara kepadaku jika saya tidak mengerti bahasa mereka?"
Tuhan : "Malaikatmu akan berbicara kepadamu dengan bahasa paling indah yang pernah engkau dengar dan dengan penuh kesabaran dan perhatian dia akan mengajarkanmu bagaimana cara berbicara."
Bayi : "Apa yang akan saya lakukan saat saya ingin berbicara kepadamu?"
Tuhan : "Malaikatmu akan mengajarkanmu bagaimana cara berdoa."
Bayi : "Saya dengar bahwa di bumi banyak orang yang jahat, siapakah nanti yang akan melindungi saya?"
Tuhan : "Malaikatmu akan melindungimu walaupun hal itu akan mengancam jiwanya."
Bayi : "Tapi saya pasti akan sedih karena tidak melihatMu lagi."
Tuhan : "Malaikatmu akan menceritakan padamu tentang-Ku dan akan mengajarkan bagaimana agar kamu bisa kembali kepada-Ku, walaupun sesungguhnya Aku akan selalu berada di sisimu."
Saat itu surga begitu tenangnya sehingga suara dari Bumi dapat terdengar dan sang bayi pun bertanya perlahan,  "Tuhan, jika saya harus pergi sekarang, bisakah Engkau memberitahuku nama malaikat tersebut?"
Jawab Tuhan,
....."Kamu akan memanggil malaikatmu, IBU"
 
S T O R Y and H I S T O R Y Blogger Template by Ipietoon Blogger Template